Passeriformes

Passeriformes [ Burung Petengger – Berkicau ]

Susunan jari kaki anisodactyl, berupa tiga jari ke depan dan satu jari ke belakang1,2,3,4), menjadi ciri pertama warga bangsa Passeriformes. Meski ciri serupa juga ditemukan pada warga bangsa Falconiformes 5). Susunan jari semacam ini sangat membantu untuk bertengger, bahkan memungkinkan mereka tidak terjatuh saat tidur pada percabangan pohon. Ciri inilah yang membuat bangsa Passeriformes sering disebut bangsa burung petengger.

Ciri kedua yang hanya dimiliki oleh warga bangsa Passeriformes terletak pada organ suara (syrinx) yang khas3). Otot-otot yang rumit pada organ suara itu memungkinkan mereka untuk melantunkan banyak variasi kicauan dan nada panggilan1,3,4).

Menarik untuk diketahui bahwa warga bangsa Passeriformes dapat dipisah menjadi dua golongan (atau sub-bangsa) berdasarkan kemampuannya berkicau dan memvariasikan nada panggilan. Golongan pertama adalah suku-suku yang mempelajari kicauan dan nada panggilan atau sering disebut sub-bangsa Passeri; Golongan kedua adalah suku-suku yang melantunkan kicauan dan nada panggilan bawaan lahir dan sering disebut sub-bangsa Tyranni 2). Beberapa artikel mencatat golongan ketiga yang hanya beranggotakan satu suku, yaitu sub-bangsa Acanthisitti 1, 4). Sub-bangsa Passeri inilah yang sering disebut bangsa burung berkicau, meski beberapa jenis burung seperti Gagak misalnya, kicauan dan nada panggilannya tidak dapat dikatakan merdu. Di Indonesia hanya terdapat dua suku yang menjadi anggota sub-bangsa Tyranni, yaitu suku Eurylaimidae dan suku Pittidae.

Selain kedua ciri tersebut, bangsa Passeriformes memiliki 12 bulu ekor, kecuali pada anggota suku Menuridae atau Lyrebirds yang memiliki 16 bulu ekor 1,2,4). Suku ini tidak ditemukan hidup di Indonesia.

Pada tahun 2007, Sukmantoro dkk. mempublikasikan Daftar Burung Indonesia nomor dua dan mencatat sebanyak 43 suku yang menjadi anggota bangsa Passeriformes di Indonesia. Jumlah ini kurang dari setengah jumlah seluruh suku anggota bangsa Passeriformes di dunia, yang sebanyak 110 suku. Berikut adalah daftar suku yang terdapat di Indonesia:

  1. Suku Eurylaimidae yang beranggotakan sembilan jenis,
  2. Suku Pittidae yang beranggotakan 15 jenis,
  3. Suku Alaudidae yang beranggotakan satu jenis,
  4. Suku Hirundinidae yang beranggotakan delapan jenis,
  5. Suku Motacillidae yang beranggotakan tujuh jenis,
  6. Suku Campephagidae yang beranggotakan 47 jenis,
  7. Suku Aegithinidae yang beranggotakan dua jenis,
  8. Suku Chloropseidae yang beranggotakan lima jenis,
  9. Suku Pycnonotidae yang beranggotakan 29 jenis,
  10. Suku Irenidae yang beranggotakan satu jenis,
  11. Suku Laniidae yang beranggotakan empat jenis,
  12. Suku Turdidae yang beranggotakan 40 jenis,
  13. Suku Orthonychidae yang beranggotakan 10 jenis,
  14. Suku Timaliidae yang beranggotakan 58 jenis,
  15. Suku Sylviidae yang beranggotakan 44 jenis,
  16. Suku Muscicapidae yang beranggotakan 49 jenis,
  17. Suku Maluridae yang beranggotakan lima jenis,
  18. Suku Acanthizidae yang beranggotakan 24 jenis,
  19. Suku Pomatostomidae yang beranggotakan dua jenis,
  20. Suku Monarchidae yang beranggotakan 36 jenis,
  21. Suku Rhipiduridae yang beranggotakan 23 jenis,
  22. Suku Petroicidae yang beranggotakan 25 jenis,
  23. Suku Pachycephalidae yang beranggotakan 34 jenis,
  24. Suku Aegithalidae yang beranggotakan satu jenis,
  25. Suku Paridae yang beranggotakan satu jenis,
  26. Suku Sittidae yang beranggotakan empat jenis,
  27. Suku Climacteridae yang beranggotakan tujuh jenis,
  28. Suku Dicaeidae yang beranggotakan 27 jenis,
  29. Suku Nectariniidae yang beranggotakan 24 jenis,
  30. Suku Zosteropidae yang beranggotakan 34 jenis,
  31. Suku Meliphagidae yang beranggotakan 77 jenis,
  32. Suku Fringillidae yang beranggotakan dua jenis,
  33. Suku Estrildidae yang beranggotakan 32 jenis,
  34. Suku Ploceidae yang beranggotakan lima jenis,
  35. Suku Sturnidae yang beranggotakan 26 jenis,
  36. Suku Oriolidae yang beranggotakan 14 jenis,
  37. Suku Dicruridae yang beranggotakan 12 jenis,
  38. Suku Grallinidae yang beranggotakan dua jenis,
  39. Suku Artamidae yang beranggotakan empat jenis,
  40. Suku Cracticidae yang beranggotakan empat jenis,
  41. Suku Ptilonorhynchidae yang beranggotakan 10 jenis,
  42. Suku Paradisaeidae yang beranggotakan 30 jenis,
  43. Suku Corvidae yang beranggotakan 17 jenis.

Sumber: http://www.kutilang.or.id/burung-indonesia/taksonomi/passeriformes-burung-petengger-berkicau/ diakses tanggal 27 Juni 2016.