BEDAH BUKU “DRAGONFLIES OF YOGYAKARTA”

Halo readers!! Mimin kembali lagi dengan cerita baru….

Lokasi : Teatrikal Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga

Sebuah karya adalah pengharapan dari semua orang. Kali ini BIOLASKA memiliki cerita baru sekaligus karya baru tentunya. Eksistensi BIOLASKA masih terdengar sampai saat ini berkat karya nyata anggota BIOLASKA itu sendiri. Salah satunya karya yang masih hangat dan membuat anggota lainnya terinspirasi. Setelah membuat beberapa buku sebelumnya best couple yang luar biasa kini membuat sebuah karya berupa buku yang keren, dan sangat membantu kita mempeluas pengetahuan tentunya. Best couple ini bukan hanya sekedar sepasang pasutri melainkan dua pasang sekaligus.
Pencapaian yang membuat iri banyak anggota karena semua terlihat membahagiakan dan banyak yang ingin seperti mereka, baik dalam hal berkarya maupun menyusun masa depan. Best couple ini terdiri dari pasutri mas Joko setiyono dan mbak Siti diniarsih, serta pasutri mas Nurdin Setio Budi dan mbak Elde Nur Respatika. Bagi anggota muda mereka berempat merupakan senior BIOLASKA yang sampai saat ini masih tetap konsisten dan berkiprah di bidang konservasi. Menurut beberapa orang kekonsistenan merekalah yang pada akhirnya membuahkan karya-karya yang sangat luar biasa. Salah satunya adalah karya terbaru dan terhangat yaitu buku DRAGONFLIES OF YOGYAKARTA. Dalam buku ini disajikan berbagai macam jenis capung yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta baik deskripsinya, keberagamannya, titik penemuannya dan masih banyak lagi.
Pada hari sabtu tanggal 25 November 2017, telah dilaksanakan acara bedah buku dan sharing bersama tentang karya terbaru dari mereka yaitu “ Dragonflies of Yogyakarta”. Dimana bedah buku ini dapat menarik banyak audiens tentunya mereka yang peduli terhadap kelestarian capung, serta pengamat ataupun pemerhati capung yang telah lama konsen dibidangnya. Tema yang diangkat pada bedah buku kali ini adalah “Berkarya menuju swasembada biodiversitas indonesia”.
Salah satu panitia sekaligus kepala suku BIOLASKA yang hadir dalam acara bedah buku tersebut mengungkapankan “setelah mengikuti acara bedah buku ini, saya semakin tahu jenis-jenis capung yang ada di Yogyakarta yang selama ini belum pernah saya temui”. Harapan terbesar dengan diadakannya bedah buku yang mengusung tema ini, semoga akan lebih banyak lagi orang yang peduli terhadap kelestarian capung di Indonesia khususnya di Yogyakarta. Serta akan ada karya-karya baru yang membingkai biodiversitas capung yang ada di alam sekitar sehingga semua jenis capung dapat tercover secara keseluruhan di Indonesia.

Oleh : Bella Pratiwi Kurnia Pratama

Editor : Tim Keorganisasian


Doa terbaik dari kami yang selalu mengagumi karya-karya kalian mbak, mas “semoga panjang umur dan selalu menjadi inspirasi bagi kami semua. Semoga akan ada karya yang luar biasa lagi ya mbak, mas. Sukses selalu. Salam.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s