Ini kisah ku di Tes Fisik

Sebelumnya maafkan mimin yang terlambat mengapload cerita ini… 🙏🙏

Selamat membaca para readers

WE O WE

“lari dek,,, cepeet”, begitulah kira-kira teriakan dari kating yang ku dengar. Dengan tergopoh-gopoh aku berlari sekuat tenaga, mengingat saat itu aku belum benar-benar sadar dengan keadaanku.

Pagi itu, tepatnya pada tanggal 11 November 2016 (sehari sebelum ulang tahunku 😁) aku mengikuti tes untuk masuk BIOLASKA. BIOLASKA merupakan suatu kelompok studi di biologi yang di dalamnya tergabung dari mahasiswa pecinta alam di bawah naungan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Mungkin belum terlalu banyak yang aku ketahui, karena pengetahuanku yang masih minim dan amatir ^_^

Tes fisik. Mungkin tidak jauh dari push up, lari, jalan jongkok dan lain sebagainya. Memang benar. Dan untuk mengingatnyapun aku masih merasakan lelahnya.

Kegiatan diawali dengan semua calon anggota BIOLASKA beserta berkumpul di dekat gelanggan SK. Banyak dari teman-temanku yang sudah dihukum karena telat. Salahku yang tidak datang tepat waktu sehingga akupun tidak luput dari hukuman. Apa boleh buat, ku pikir itu untuk sarapan pagiku.

Dilanjutkan dengan pembukaan dan cek kelengkapan. yang harus dibawa. Untuk info mengenai kelengkapan sudah diberitahu jauh-jauh hari sebelumnya. Dalam hati aku tenang-tenang saja karena masing-masing dari kelompokku sudah memiliki tugas untuk membawa barang yang dibutuhkan. Tetapi tenangku seketika berubah ketika disuruh panitia mengeluarkan trashbag dan ternyata bukan trashbag yang dibawa melainkan kantong plastik berwarna hitam yang besar. “matilah awak, kena lagi, yang tadi aja pegelnya belum enyah” pikirku dalam hati. Acara belum dimulai dan aku sudah melakukan dua kesalahan.

Acara berlanjut dengan lari mengelilingi kampus timur UIN. Aku udah lama tidak olahraga. Jadi wajar aja jika saat iku merasa sangat kelelahan dan tidak bisa mengatur nafasku. Lelahku pun berlanjut hingga acara selanjutnya yaitu melakukan perjalanan yang bermodalkan peta yang diberikan oleh panitia. Sungguh jauh, sangat jauh, hingga aku tidak bisa ceritakan betapa lelahnya diriku. Tetapi masih lelah menghadapi sikapnya kepadaku,, eh . . . 🤕

Aku bersama kelompokku dengan dengan ditemani panasnya terik matahari yang menyengat kulitku hingga kini hitamnya masih membekas. Tak luput juga dinginnya angin pada suasana yang menerpa relungku, tidak hanya derasnya hujan namun aku juga merasakan tetesan air yang keluar dari kelopak mataku. Sungguh aku tidak tega mendengar jeritan cacing perutku yang terus meronta.

Serangkaian tugas yang dibuat oleh panitia sangat menambah semangatku di hari yang penuh denga suara cacing itu. Entah dari raut wajah para panitia yang terlihat tegas namun menggemaskan, melewati gerbang dengan lubang yang berbeda, ataupun saat menyelam di air sungai. Namun semuanya mengandung unsur-unsur yang mendidik, meskipun aku tidak paham saat disuruh untuk menyanyikan lagu dangdut sambil joged sebenarnya esensinya apa, tapi aku suka.

Setelah semua selesai, kami dihimbau untuk kembali ke UIN. Dalam pikiranku terlintas bahwa nantinya pasti akan ada transportasi yang telah disediakan oleh panitia untuk mengangkut kami. Akan tetapi ternyata ekspetasiku hanya fatamorgana belaka. Kami harus berjalan kaki lagi sehingga kaki ini tak sanggup untuk melangkah. Sepatukupun terluka karena ganasnya air sungai. Entah apa lagi yang akan terjadi selanjutnya. Ku tunggu di diksar 😉

Salam Konservasi

kelompok 1

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s