Pesan Kenapa Perlu Ekspedisi

     Hallo Reader’s !! Kesempatan kali ini Admin ingin berbagi informasi soal kegiatan seru bernama ekspedisi. Sebenarnya Admin ingin memberi judul artikel ini “Ada Apa Dengan Ekspedisi ?”, tapi mungkin terlalu mainstream ya. Oke, Reader’s sudah pernah dengar istilah ekspedisi ?

     Adalah perjalanan penyelidikan ilmiah di suatu daerah yang kurang dikenali. Setuju dengan pendapat itu ? Ekspedisi menurut Kamus bangsa kita ini sebenanarnya bermakna pengiriman, perjalanan  atau pengangkutan. Ekspedisi baru diartikan sebagai perjalanan ilmiah jika memang terdapat dua kegiatan utama, yaitu  eksplorasi dan pengumpulan data. Naahh, untuk membuat hasil dari kedua kegiatan itu menjadi “can be trusted” alias “bukan abal-abal” maka perlu adanya sebuah metode pengumpulan data. Terlihat ribet ? Tenang, Admin juga repot ngetiknya, hhe. Intinya ekspedisi adalah kegiatan seru, menantang dan menghasilkan ilmu yang bermanfaat untuk kita loo.

     Diskusi, mendengarkan cerita teman, membaca catatan perjalanan,  atau sekilas membaca judul “ekspedisi”  dari artikel ini tanpa mengalaminya sendiri, yakin siap mental Reader’s ?? Admin bukan ingin pamer loh ya, tapi suatu tempat tersembunyi disana mengatakan bahwa kita harus kesana, menengoknya, memberi salam kepadanya dan mengatakan “Aku muda, alam ini bukan penghias semata,  aku didalamnya maka aku akan menjaganya”.

     Langkah Pertama. Dimulai dari sebuah kaldera (bekas kawah gunung) Taman Nasional Baluran. Sebuah tempat yang sangat misterius dan sangar, yaa, itu adalah Kacip. Kacip yang tidak ada kacip-kacip lain di dunia ini, sebuah zona inti yang jarang sekali terjamah oleh manusia. Cerita yang paling menarik bagi Admin dalam ekspedisi ini adalah bagaimana manajemen perjalanan mulai dari logistik, perlengkapan induk yang disusun sangat apik untuk mencukupi kebutuhan selama ekspedisi. Belum lagi terpecahkannya mitos bahwa Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) tidak pernah ditemukan di kaldera ini, buktinya ?? Baca aja majalahnya disini ya 🙂

untitled
Anggota Tim Ekspedisi
Majalah ekspedisi kacip
Majalah ekspedisi kacip

     Sebelum mengakhiri ulasan majalah ini, Admin sempat mengintip dapur redaksi dari  majalah ekspedisi Kacip ini. Sebuah dapur yang menekan keyboardnya demi urutan kata bahwa “ekspedisi dengan tempat yang njlimet, ruwet, jalan jauh, kantong kering, tidak ada penerangan, sinyal untuk komunikasi dan apapun “this and that” itu, tidak pernah mengalahkan kata misterius, unik, cantik, menarik dan penuh potensi yang dimilki oleh Kacip. Akhirnya sebelum bertepuk tangan kecut, ayo shut down komputer anda dan selamat berekspedisi”.

Lanjuuut..

       Langkah Kedua. Ekspedisi kali ini berada di Negeri Para Dewa. Sebuah pulau yang disebut dengan Dewata karena segala sudutnya yang begitu sempurna. Taman Nasional Bali Barat dengan Curik Balinya  berhasil membujuk hati para ekspeditor untuk menjamah dan melihat se-sangar apa penghuni didalamnya.Banyak cerita luar biasa dan susah dilupakan dalam ekspedisi kali ini,  bagi Admin cerita yang paling seru adalah moment yang terjadi selama perjalanan menggunakan kereta dan kapal, kental dengan backpacker banget loo.

     Cerita konyol mulai dari dikejar anjing, lumpur pemakan sandal dan kesempatan mencicipi indahnya taman bawah laut juga melengkapi keseruan ekspedisi ini. Keanekaragaman flora dan fauna TN Bali Barat Admin kira tidak akan cukup untuk dijelaskan dalam artikel ini, bayangkan saja jenis Anggreknya ada 7, Odonata  26 jenis, Herpet 21 jenis, Kupu-Kupu 89 jenis, dan Avifauna 99 jenis. Bisa-bisa artikel ini mengalahkan jumlah lembar skripsi ya Reader’s.. hhe. Ngintip foto-foto berikut yuk,  cerita ekspedisi lebih lengkap dapat baca majalah ini.

    Akhirnya dapur redaksi menyampaikan bahwa “Ekspedisi Narasiwa (Mengenal Keanekaragaman Hayati Negeri Para Dewa) adalah proses melihat alam dan alam bukanlah tempat tinggal semata, harga diri kita ada bersamanya, maka dari itu jagalah alam, jagalah harga diri kita. Mari Berekspedisi. Mari Bereksplorasi”.

     Terimakasih bagi Reader’s yang telah menyimak artikel ini. Ekspedisi sebenarnya dapat dilakukan oleh siapapun, kapanpun, dimanapun dan dalam kondisi apapun tidak terkecuali  Reader’s yang duduk manis membaca artikel ini ya. Jadi bagi Reader’s yang melakukan eksplorasi di alam sekitar dan itu berada di lokasi yang baru dikenal juga termasuk ekspedisi lo. Kalau sudah begini Reader’s masih tidak tergoda untuk mencobanya ?

Salam Exploratum in de Universum

Admin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s