UIN Sunan Kalijaga di Mata Biolaska (Antara Cerita dan Karya)

bg-header-2.jpg

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, sebuah kampus kecil yang terletak di pesisir selatan Kabupaten Sleman. Walaupun kelihatanya terletak di Kota Yogyakarta namun secara administrasi masuk Kabupaten Sleman. Dari Jalan Jogja-Solo nampak gedung-gedung perkuliahan yang tinggi. Namun dibalik gedung-gedung nan megah itu ada geliat kehidupan liar Satwa yang terabaikan. Kehadirannya hanya menjadi hal biasa yang tidak menarik dan tidak perlu diketahui. Dan apakah semua orang di Kampus Putih ini berfikiran seperti itu? Tidak!

BIOLASKA (Biologi Pecinta Alam UIN Sunan Kalijaga), sebuah kelompok studi Prodi Biologi dan Pendidikan Biologi mencoba mendata dan mengolahnya menjadi sebuah buku yang bisa dibaca semua kalangan, terutama mahasiswa UIN sendiri. Tujuanya simpel, mengenalkan biodiversitas yang ada di kampus sebelum semua itu hilang akibat habitat yang semakin menyempit, ditambah perburuan liar terutama burung di Kawasan Kampus. Dari mengenal ini kemudian diharapkan menciptakan rasa peduli dan cinta untuk menjaganya agar tetap ada.

Tahun 2010 menjadi awal kegiatan pengamatan biodiversitas yang ada dan yang menjadi obyek pengamatan adalah Burung (Aves). Tidak hanya mengamati, tetapi juga mencatat dan mendokumentasikan temuan-temuan jenis burung yang ada di kampus UIN. Kegiatan pengamatan terus dilakukan dari tahun ke tahun. Selama kegiatan pengamatan burung terus berlangsung, tahun 2012 mulai mengamati jenis satwa lain yaitu Kupu-kupu (Lepidoptera). Seperti reaksi berantai, tahun 2013 mulailah mengamati Capung (Odonata) dan Herpetofauna. Tumbuhan menjadi obyek pengamatan yang paling terakhir yakni pada tahun 2014.

Selama kegiatan pengamatan ini dilakukan oleh kelompok kecil maupun individu anggota suku Biolaska. Hingga pada tahun 2015 dibentuk tim-tim khusus yang bertanggungjawab atas obyek yang diamatinya. Ada 5 tim yakni tim burung, tim kupu-kupu, tim capung, tim herpet dan tim tumbuhan. Setiap tim ada koordinator yang bertangungjawab untuk merekap hasil pengamatan dari anggota tim agar datanya tidak tercecer. Kegiatan pengamatan (Pengumpulan data) mulai dilakukan secara serentak dan tersistematis dengan metode yang sudah di desain sedemikian rupa. Di tahun 2016 ini mulailah mengolah data dan me-layout-kan data hasil pengamatan menjadi buku.

Desain Pengambilan Data

SIG (Sistem Informasi Geografis) adalah sistem penanganan dan pengolahan data geografi. ArcGIS merupakan salah satu software yang digunakan untuk menganalisis dan menampilkan data geografi dalam bentuk digital. Dalam pembuatan buku Biodiversitas Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggunakan software ini untuk membuat Grid (petak-petak pada peta yang berukuran sama) yang digunakan dalam metode pengambilan data. Pembuatan grid mengacu pada standar bakorsurtanal. Ukuran grid yang dibuat yakni 50m x 50m sehingga jumlah total grid UIN sebanyak 64 grid. Setiap grid memiliki kode tertentu sehingga ketika di lapangan akan tahu sedang berada di grid berapa. Selain grid, dibuat zona-zona untuk memudahkan dalam pemahaman antar tim dan saat pengamatan. Misalnya ketika menyebut Zona A, setiap tim dan anggotanya akan tahu bahwa yang dimaksud adalah kawasan Fakultas Soshum, Syariah, dan Tarbiyah

peta uin.png

Peta Yang Menampilkan Kampus UIN Beserta Grid dan Pembagian Zonanya

            Selain software ArcGIS, juga menggunakan aplikasi android Locus Pro sebagai GPS (Global Positioning System) untuk mendukung pengambilan data. Aplikasi ini mudah digunakan dan setiap tim wajib menginstal aplikasi ini dalam HP andoridnya masing-masing. Grid yang telah dibuat menggunakan ArcGis dikorvesi dan diexport dengan extension “.kml/.kmz”. Extension ini bisa dibuka menggunakan aplikasi Locus Pro maupun Google Earth. Grid yang telah diexport tersebut kemudian dimasukan kedalam HP masing-masing tim dan dibuka menggunakan Locus Pro. Dari layar kecil HP kita akan tahu sedang di grid berapa.

locus.png

Tampilan Locus Pro, Lingkaran HijauMenunjukan Lokasi Berada (Grid AF42)

          Setiap perjumpaan dengan flora dan fauna ditandai dengan menekan dan menahan lama pada titik lokasi kita berada. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan koordinat perjumpaan dengan flora dan fauna tersebut yang nantinya akan diolah menggunakan ArcGIS. Hasil pengolahan menunjukan lokasi perjumpaan dan hasil ini akan ditampilkan pada konten buku sebagai peta persebaran jenis tersebut di Kampus UIN.

aa.png

Contoh Peta Persebaran Jenis

Sigit Yudi Nugroho. Sdtk.

penyunting : div. keorganisasian.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s