Capung Jenis Baru Dari Mentawai yang Ilegal

a.PNGEtymology. This species is named after Dr Jan van Tol to honour his significant contributions to our knowledge of the Southeast Asian odonate fauna, particularly that of Sulawesi and nearby islands, and also in appreciation of his valued leadership of the ‘DAWN (Damselfly Workers Naturalis)—group’ of the Naturalis Biodiversity Center in Leiden.

Biolaska.wordpress.com. Yogyakarta- Joko Setiyono menggunggah sebuah foto jenis capung baru (Heliocypha vantoli) dari Mentawai, Sumatera di akun facebooknya pada selasa (28/6). Joko menyayangkan pihak asing yang mempublikasikan spesies capung baru itu karena dinilai sebagai tindakan yang ilegal.

Postingan ini ditanggapi oleh akun wahyu ids yang setuju dengan pendapat Joko “andai saja instansi.. lembaga2 penelitian yg memang membidani dan yang bertanggungjawab akan kekayaan hayati nusantara ini bisa lebih lugas, luwes dan lebih terbuka, saya kira akan membantu untuk bertumbuhnya banyak peneliti dan aktifitas penelitian di negeri ini. Sayangnyaaaa… dominasi, lalu otoritas birokrat yang susah dan kaku, banyak mematikan semuanya. Akhirnya dengan segala daya, orang awam yg respek dan peduli juga komunitas atau model kerja relawan saat beri perhatian akan kekayaan hayati kita akhirnya mau dengan segala daya kecintaan yg mereka punya, melakukan aktifitas penelitian dengan semampunya.”

Ditanggapi lagi oleh akun magdalena putri ” kok bisa spesimen ilegal di daftarkan sebagai capung jenis baru. Ini bisa dituntut… contoh kasus yaitu penemuan tawon raksasa megalara garuda. Penemu dari UC Davis yang dituntut para iilmuwan yang akhirnya dosen & peneliti dr UC Davis mengundurkan diri dr UC Davis karena terbukti menyalahi aturan & etika saintis. Jika kasus capung ini ya tinggal bagaimana instansi yg berwenang menyikapi. Dibiarkan atau ditindaklanjuti.. jelas-jelas ini menyalahi aturan”.

Menanggapi komentar para netizen itu, Joko Setiyono berharap semoga semua elemen membaik sesuai fungsi dan perannya, seandainya tidak, dia merasa bingung juga sebagai pengamat hanya bisa mengamati, dan mungkin akan terus begitu. sdtk

Berikut kami lampirkan jurnal ilmiah publikasi Zootaxa Heliocypha vantoli. (download)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s