Memaknai Kunjungan Singkat ke Bali Barat

Salah satu burung yang telah direlease oleh TNBB di Resort Prapat Agung
Salah satu burung yang telah direlease oleh TNBB di Resort Prapat Agung

Curik Bali, siapa yang tak kenal satwa cantik satu ini. Burung terancam punah yang dikenal dengan nama umum Jalak Bali (Leucopsar rothschildi/ Bali Myna) ini adalah satwa endemik Pulau Bali yang sudah lama dikenal masyarakat dunia. Satwa ini jugalah yang menjadi maskot sebuah kawasan konservasi di pulau tersebut, yakni Taman Nasional Bali Barat (TNBB) dimana dulu terdapat banyak spesies liar burung ini.

Sesuai namanya, TN Bali Barat berada di bagian barat Pulau Bali, tepat berbatasan dengan Selat Bali yang memisahkannya dengan Pulau Jawa. Bali Barat memiliki kawasan dengan luas 19.002,89 ha, memiliki beberapa tipe habitat antara lain pantai, hutan musim, savanna, rawa, mangrove, serta hutan hujan tropis di daerah pegunungan. Di habitat-habitat inilah, bergantung kehidupan seluruh satwa yang menghuni Bali Barat; mulai dari mamalia, burung, reptil, katak, ikan serta ribuan hewan tak bertulang belakang. Hutan-hutan lebat di kawasan ini juga menjadi sumber oksigen dan penyangga air dan tanah di Pulau Bali. Beruntunglah Bali masih memiliki Bali Barat.

Dalam tulisan ini, saya tidak akan banyak bercerita mengenai Bali Barat. Kawan-kawan dapat mengetahui TN tersebut lebih jauh di http://www.tnbalibarat.com. Namun, Saya akan berbagi cerita mengenai kunjungan singkat saya dengan kawan-kawan Biolaska awal tahun 2014 di kawasan tersebut.

Jawa-Lombok-Bali-Jawa …

Trip kami selama 8 hari (16-24/01) ini sungguh luar biasa. Tujuan utama ke pulau kecil Gili Meno di Kabupaten Lombok Utara menjadi ceritera yang berkepanjangan karena kami berkesempatan bersua dengan orang-orang dan hal-hal yang hebat. Seusai dari Lombok, kami tidak langsung pulang ke Pulau Jawa. Rupanya singgah sebentar di Bali menjadi pilihan yang tepat, mengingat kereta api Sritanjung yang akan mengantarkan kami dari Banyuwangi menuju Yogyakarta baru akan berangkat keesokan harinya. Boleh lah kami menghabiskan sore dan malam ini di Bali Barat, mumpung memori dan baterai kamera masih tersisa. Semua relasi yang ada di Bali Barat kami hubungi satu per satu karena beberapa kawan pernah mengunjungi kawasan ini sebelumnya.

Yeah, petualangan singkat bersama orang-orang hebat pun dimulai. Sebut saja Pak Wawan, Pak Heri dan Mas Bonenk. Mereka bertiga menyambut kami dengan hangat. Pak Wawan yang baru seminggu pindah tugas ke Bali Barat (sebelumnya di BKSDA Maluku) langsung mempersilakan kami menginap di guest house Kantor Bali Barat. Tak lama kemudian Pak Heri dan Mas Bonenk datang. Obrolan demi obrolan pun mengalir dan sampailah pada tawaran Pak Heri kepada kami untuk mengamati Jalak Bali yang baru satu bulan direlease. Sungguh tak kuasa kami menolak tawaran itu. Saya seniri yang belum pernah lihat Jalak Bali langsung menyetujui tawaran tersebut. Ternyata beberapa kawan juga belum pernah melihat, maka rencana pulang ke Jogja keesokan harinya harus ditunda sampai lusa.

Pura Segara Rupek, Resort Prapat Agung …

Lokasi dibangunnya salah satu kandang habituasi bagi Jalak Bali di Bali Barat. Akhir Oktober 2013 lalu telah direlease 10 ekor Jalak Bali disini, dan masih ada 4 ekor di kandang yang belum direlease. Lokasi ini sangat dekat dengan sebuah pura besar, dan tidak jauh dari situ ada sebuah rumah milik Pak Mangku yang menjaga pura setiap saat. Setiap harinya ada umat Hindu yang datang ke pura untuk sembahyang. Ya, lokasi ini memang tergolong ramai, dan orang-orang yang datang kesini membantu menjaga keberadaan si Jalak. Burung-burung yang sudah direlease masih berada di sekitar kandang, setiap hari mereka mendapat stok buah pisang dan ulat dari petugas selama 3 bulan pasca release. Di sekitar area pelepasliaran, dibuat beberapa balok berlubang atau disebut gowok. Tujuannya, gowok-gowok tersebut akan digunakan pasangan Jalak untuk bersarang.

Malam hari setelah melakukan monitoring, kami bersama Pak Heri dan mas Bonenk mengevaluasi kegiatan. Dari diskusi itulah, kami banyak tahu mengenai berbagai upaya yang sudah dilakukan pihak TN untuk mengembalikan populasi Jalak Bali, dan upaya-upaya tersebut sangat banyak batu sandungannya. Mulai dari pemburu-pemburu yang tidak punya hati, musim kemarau yang menjadi musim sulit bagi burung lepasan untuk bertahan hidup, predator-predator liar di kawasan, serta metode-metode pelepasliaran yang masih banyak kelemahan.

Begitulah nasib burung-burung endemik yang cantik. Apakah harus selalu berakhir pada kepunahan di alam liar? Dan pada akhirnya hanya bisa dilihat di sangkar, kebun binatang, atau kebun raya. Semoga tidak terjadi bagi burung berwarna putih dan bergaris mata biru ini. Jika memang kekayaan alam dan biodiversitasnya yang ditonjol-tonjolkan orang Indonesia? Kenapa harus orang Indonesia sendiri yang membuat biodiversitas dan alamnya rusak? Ibarat sopir bodoh yang menjual mobilnya, padahal barang itu yang dia miliki untuk bisa makan sehari-harinya. Ya mungkin perbandingan yang saya ambil tidak sepadan, tapi sudah saatnya kita membuat biodiversitas yang kita miliki kemarin dan hari ini, harus tetap kita miliki besok sampai waktu yang tak terbatas. Kita juga bisa mengambil manfaat tanpa harus merusak dan mengeksploitasinya.

Karena sudah larut malam dan kita harus menyeberang ke Jawa esok harinya, Pak Heri segera mengakhiri perbincangan kami. Beliau tidak lelah selalu memotivasi kami untuk terus berkontribusi dalam upaya konservasi.

Pagi-pagi buta pukul 4.30 waktu setempat kami diantar Pak Heri ke pelabuhan. Sedih juga tidak bisa lama-lama di Bali Barat. Namun, meski sebentar kisah-kisah inspiratif yang disuguhkan Pak Heri, Pak Wawan, dan Mas Bonenk sungguh luar biasa. Juga Curik Bali yang cantik dan tingkahnya membekas di ingatan. Semoga kalian survive di rumah kalian sendiri.

Bali Barat, destinasi baru yang memikat …

Teks oleh Siti Diniarsih
Foto oleh S. Diniarsih, Joko Setiyono

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s