Bahasa Jawa, Kaya Kata Kaya Makna

Malam Sabtu lalu, tepatnya 19 Juli 2013 Emha Ainun Najib (baca: Cak Nun) bersama Kyai Kanjeng akhirnya berkesempatan untuk menyambangi Alun-alun Kota Wates Kabupaten Kulonprogo, DIY. Pada kesempatan itu, Bupati Kulonprogo bersama sebagian kecil rakyatnya dapat bermuwajahah dengan Cak Nun. Beberapa rekan Biolaska akhirnya juga menjadi se-upil jamaah yang hampir memenuhi seperempat lebih sedikit alun-alun kota itu.
Yah paling tidak ada beberapa point yang Cak Nun sampaikan dalam maiyahan malam itu, intinya tentang Swasembada pangan rakyat Kulonprogo dengan jargonnya Madhep manteb pangane dhewe. Tapi justru bukan hal itu yang menginspirasi tulisan ini, tapi pembahasan kata “beras”.
“Nek boso Inggris ki yo nyebut gabah ngantek dadi karak dengan kata rice, Lha nek boso jowo, sak kata kui iso dadi pirang-pirang (Kalau bahasa Inggris, menyebut padi sampai nasi aking dengan sebutan rice, namun bahasa jawa, satu kata bisa jadi banyak kata)” kata Cak Nun.
Benar saja, tidak lama kemudian, jamaah se-upil alias teman-teman Biolaska jadi berdiskusi sendiri, mengumpulkan banyak sekali kata-kata dalam Bahasa Jawa untuk menjabarkan beras dalam berbagai bentuk. Ingat! Baru beras aja lho, dan baru versi Kulonprogo.
Batang tanaman padi namanya damen
Butir-butir padi yang masih melekat di tanaman namanya pari
Pari yang udah dipanen dan dilepaskan dari batang-batangnya, namanya gabah
Gabah yang tinggal kulitnya alias kopong (tidak menghasilkan biji), namanya kapak
Gabah yang masih kotor bercampur dengan kapak, namanya kawul
Kulit gabah namanya merang
Gabah yang sudah dikeringkan, kemudian digiling. Ada beberapa produk baru hasil penggilingan gabah ini menurut Orang Jawa, yakni:
Beras, yaitu biji padi
Katul, yaitu kulit gabah (merang) yang sudah digiling sehingga menjadi lebih halus. Katul sendiri ada 2 jenis, katul kasar dan katul alus. Biasanya katul kasar diproduksi apabila hanya dilakukan satu kali proses penggilingan tanpa pengulangan, sedangkan jika dilakukan pengulangan, maka akan menghasilkan katul alus.
Menir, yaitu gabah digiling menjadi beras yang terlalu halus, atau tidak utuh satu biji
Las, yaitu beras yang masih bercampur dengan beberapa biji gabah karena proses penggilingan yang tidak sempurna.
Leri, yakni air hasil cucian beras
Sego, atau nasi dalam bahasa Indonesia, yakni beras yang sudah berhasil dimasak dan ditanak.
Tajin, yaitu air rebusan beras sebelum nasi benar-benar menjadi tanak.
Intib, yakni nasi gosong yang biasanya ada di dasar penanak nasi
Kenul, yakni lapisan di atas intip yang apabila dimakan sangat empuk dan kenyal.
Karak, yakni nasi aking atau nasi yang sudah basi/ nasi sisa yang dijemur sampai kering sehingga dapat disimpan lagi dan lain waktu dapat dimasak kembali untuk konsumsi manusia atau untuk campuran pakan ternak.
Dan istilah-istilah sebanyak itu dalam bahasa inggris hanya disebut rice??? Pelit tenan. Jadi bersyukurlah jadi orang Jawa, karena orang Jawa itu kaya raya.

SD

Iklan

5 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s