Lagi, Biolaska Memborong Piala

Dalam upaya konservasi burung air, KSBL(Kelompok Studi Burung Liar) Pecuk  ITS (Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya) menggelar WBWR (Water Bird Watching Race) 2012. Kompetisi ini dilaksanakan pada tanggal 17-19 Februari 2012 di Kampus ITS Surabaya dan Muara Sungai Porong. Kompetisi yang telah memcapai tahun ke-5 ini bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan burung (avifauna) di kampus ITS dan Muara Sungai.

Kompetisi  berbasis pelestarian burung ini, diikuti oleh komunitas pemerhati burung, pecinta alam dan fotografer alam liar dari seluruh Indonesia. Baik tingkat SMA maupun Universitas. Total peserta keseliruhan terdiri dari 69 orang  tergabung dalam 22 Tim, yang berasal dari UNJ (Universitas Negeri Jakarta), UNY (Universitas Negeri Yogyakarta ), ITB, (Intitut Teknologi Bandung ), UNIBRAW (Universitas Brawijaya Malang), UNNES (Universitas Negeri Semarang), UNM (Universitas Negeri Malang), UNAIR (Universitas Airlangga Surabaya), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Udayana Bali, Arismaduta Tulungagung  dan bahkan ada juga peserta dari Yayasan Jayawijaya di bawah naungan PT Freepot Indonesia.

        Tim TESIA Unyu-Unyu  beranggotakan Nova Ika Rahmawati, Elde Nur Respatika O dan Wizarotul Haqqoniah, yang notabene merupakan pendatang baru dalam mengamati burung memperoleh hasil diluar dugaan, tim ini mampu menduduki peringkat 6 dari 22 tim. Selain itu, Tim TESIA koplo sana_sini juga berhasil menduduki peringkat 10. Dan yang lebih mencengangkan  juara umum pada kompetisi berbasis konservasi ini, di duduki oleh TESIA Wedon siji yang digawangi oleh; M.Mustavid Amna, Siti Diniarsih dan Mas Untung.  Bahkan tidak  hanya itu, kejutan lain muncul dari Tim TESIA Timur Tengah  yang digawangi oleh Trio CoKer yakni Nurdin Setiobudi, Joko Setiyono dan Faradlina Mufti menduduki peringkat 4 dari 22 tim yang biasa disebut dengan “Pengamat berpotensi”. “Pencapaian ini, belum pernah ditargetkan sebelumnya, mengingat kemampuan, alat, dan dana  yang ala kadarnya”, ujar Dini Kepala Suku Biolaska, atau kalau Mas Untung  yang merupakan pioneer pengamat dan peneliti burung di UIN Suka Yogyakarta mengatakan “kere ketemu hore” he.Pada kompetisi tingkat nasional ini, BIOLASKA berkesempatan mengirim empat tim, yang terdiri dari TESIA(Tim_Ekpedesisi Ornitologi_Biolaska) Wedon siji, TESIA Unyu_Unyu, TESIA Timur Tengah dan TESIA koplo sana_sini. Dengan persiapan kurang lebih satu bulan.

Juri pada ajang bergengsi ini, adalah seorang gembong perburungan dari Taman Nasional Baluran  Situbondo Jawa Timur, beliau juga merupakan penulis buku “Bird of Baluran National Park” volume I dan II yakni Swiss Winannsis. Selain itu, juri berasal dari Surabaya seorang peneliti dan pengamat burung air yakni Yuana Peksa.   Salam lestari..damai hati lestari hayati.. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s