History first record Takur Ungkut-Ungkut (Megalaima haemachepala) at UIN SUKA Yogyakarta, Indonesia.

           Baca judulnya aja, mungkin wahh bahasane kayak jurnal-jurnal aj he. “first record of Takur Ungkut-Ungkut (Megalaima haemachepala) at UIN SUKA Yogykarta,  Indonesia” .. padahal kalau first record itu, untuk skala pulau atau kepulauan dan itu pun saya baru tahu setelah beberapa waktu yang lalu tanya bang Muhammad Iqbal pengamat burung KPB ( Kelompok Pengamat Burung Spirit Of Sumatra (SOS),  yang sekaligus penulis jurnal Ornitologi tingkat nasional paling produktif.

Usai jum’atan ada tiga pemuda gelisah, kebingungan cari kesibukan. Habis ini  kita kmana kisanak?.Cetus salah satu pemuda, ya pemuda itu adalah ki Joko Kurik. ayo golek dome kie duwet west tak pegang  (ne uangnya dah tak pegang). Jawab pemuda yang lain, pemuda satu-satunya pengamat burung di Indonesia yang tidak ganti kulit saat mbolang, skalipun kepanasen, kayak di baluran, yang terkenal dengan Afrika Van Java. ya itulah Mas Untung selalu beruntung.  pemuda asli Indramayu. Saat itu yang kebetulan kami bertiga sedang nogkrong di depan poliklinik, eh tiba-tiba ada mak sliwer si kecil cabai jawa melintas menuju ke pohon asem jawa (Tamaridus indica ), kalau lihat Cabai Jawa (Dicaeum trochileum) saya teringat papernya mas IT tentang dugaan aktifitas bersarang Cabai Jawa di kampus UNY. saat itu pula, saya lempar sebuah ide “ wah jack kalau bisa nemu sarangnya di kampus UIN, bisa lanjutin tulisannya mas IT ne.  tentang catatan perilaku bersarang  lengkap dengan materi sarangnya. Dalam waktu yang bersamaan  ki Joko kurik mengeluarkan senjata barunya, hasil hadiah BBC (Baluran_PLN  Birding  Competition ) kemarin. Kebetulan  rupanya si  betina sedang mencari makan yang berpindah-pindah dari ranting-ke ranting. Sambil clingak-clinguk (tolah-toleh) mengikuti jejak si burung kecil ini, orbrolan berlajut. ki joko kurik punya cerita lebih menarik lagi, oleh-olehnya habis pulang kampong kemarin. ia bercerita tentang tetangganya yang habis dapet burung bubut jawa (Centropus nigrorufus) 3  ekor beserta anaknya, tapi warnanya item semua, ia belum yakin,

tanya lagi ke bapaknya

joko : lek hadi wingi nek oleh manuk, warnne opo pak ? (paman hadi kemarin dapet burung warna apa pak? sry jack  tetanggamu lupa namanya sapa.hehe. makanya tak tulis lek hadi. he.

bapak: hireng le..(hitam nak)

joko : tenane pak ireng kabeh (beneran pak hitam semua )?

bapaknya: iyo  hireng kabeh (iya hitam semua)

kemudian iya belum bisa yakin lagi,

joko : kie ono  foto manuk pak, ono sing podo ra bubute? (ini ada beberapa foto burung, ada yang sama atau tidak dengan bubutnya?

bapak : ora ono.. (tidak  ada)

nah dari sini timbul pertanyaan..

oya apakah juvenilnya Bubut Jawa (Centropus nigrorufus) tu item semua ya..

obrolan semkian menarik, ayo hunting, tekan sore, tekan buko  (sampe sore, sampe buka puasa) he.oya mas sms dini wae dini lagi ra penka awake, sms wae sopo ngerti mengko entuk dipijemi kamera (sms dini aja, dini lagi g enak badan, siapa tau bisa dipinjemin kamera) langsung saja ku sms Dini gandoer.  tak beberapa lama dini bales, dia bilang bisa. sambil sms.

obrolan masih tetep lanjut. Oya sarange bubut jawa kie wes ono informasine opo urung ya ( oya sarang bubut jawa tu sudah ada informasinya apa belum ya? soalnya kamarin tetangga itu, dapat tiga, kemungkinan kan, dia ambil tidak begitu jauh dari sarangnya atau bahkan  ambil dari sarangnya. Wah aku bsok pas pulkam lebaran harus dicari ne.

Sementara saya bersama ki joko kurik ambil kemera ke kost dini, mang UntungS. nampaknya mulai tengak-tengok kiri kanan mencari objek. Setelah dapet kamera, sesampainya dikampus langsung saja saya menuju sekitaran SC (Student Center) yang dianggap lumbung biodiversitasnya kampus UIN SUKIJO, karena disana memang vegetasinya lebih beragam di  banding dengan lokasi lain di kampus uin. Selain  itu, disana masih terdapat semak-semak liar. Sementara Joko turun di depan gedung MP (Multi Purpose) yang didepanya terdapat pohon Ficus benjamina,  yang disana sudah ada Mas Unt sedang asik utak-utik clingak-clingak dengan senjata barunnya.

Sesampainya di lokasi langsung saja saya berburu foto dengan senjata pinjeman. setelah muter-muter di sekitaran SC (Student Center) ternyata tidak ada hasil temuan yang menarik. Soalnya stlah beberapa bulang tidak berkungjung ke sana,teryata semak-semaknya ada bekas pembakaran, habis dibersihkan. yah dah g ada deh, padahal beberapa waktu lalu,masih terlihat berseliweran burung Kacamata Biasa (Zosterops palbebrosus), Cinenen Pisang (Ortothomus sepium). yah tinggal beberapa burung penguasan kawasan saja yang disana, Cucak kutilang (Pygnonotus aurigaster), Walet linchi (Collocalia linchi), dan Gereja erasia (Paser montanus).

Sepulang dari SC (Student Center) berlanjut ke sekitaran depan gedung MP (Multi Purpose), tiba-tiba si joko kurik memanggil

mas-mas aku nemu Takur ungkut-ungkut” (mas –mas saya menemukan takur ungkut-ungkut) “eneng endi ?” (ada dimana?).

eneng ringin kering iku lho, aku oleh gambare iki ”( di pohon beringin kering itu lho, aku dapat gambarnya). tanpa pikir panjang, langsung ku arahkan senjata pinjeman ke pohon beringin kering depan gedung MP (Multi Purpose)  saya timur. nah akhirnya dapat juga ne.

yah walaupun dengan gambar, bagus sekali sampai-sampai terindentifikasi ranting pohonnnya ( baca: saking gambarnya ketutupan ranting) hehe. Penemuan ini memmbuat saya dan teman-teman timbul pertanyaan. kok ada nya takur sampai daerah urban, biasanya jenis takur-takuran ditemui di daerah pegunungan-pegunungan.  Ternyata penemuan ini menjadi bahan diskusi menarik di group Pengamat Burung Indonesia. Ternyata anggapan saya sebelumnya kliru, Berdasarkan hasil diskusi di group Pengamat Burung Indonesia si Takur ungkut-ungkut memang sering ditemukan di daerah urban, sperti tulisan mas IT  takur ungkut-ungkut di ITB.  selanjutnya panji menambahkan kalo di jakarta persebarannya dari monas, stadion gelora bung karno. kalau di Jogja kota, pernah denger suaranya waktu jbw di buper babarsari. Mas asman menambahkan pernah menjumpai   Takur ungkut-ungkut sedang berbiak dan aktifitas bersarang. ya, memang harus masih banyak belajar dan membaca apapun itu.

Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s