Konservasi Biodiversitas di Indonesia


oleh: Faradlina Mufti*

Sebelum berbicara lebih jauh tetang konservasi biodiversitas, sebaiknya kita pahami  bersama dulu apa sih yang dimaskud dengan konservasi? Lalu apa sih yang di maksud dengan biodiversitas ?. menurut Prof. Emil salim, dalam kata pengantarnya buku biologi konservasi karangan  Indrawan, Richard dan Primack, mengatakan konservasi merupakan sebuah cara mengelola suatu objek agar tetap bisa survive, nah dalam mengelola disini ada dua tahapan, sebelum kita berfikir untuk memanfaatkan untuk kepentingan manusia (ekonomi), yaitu yang pertama kita harus kenal terlebih dahulu, siapa atau apa namanya? Darimana asalnya?.dimana ia tinggal? Bagaimana ia tinggal?. Dst. Kemudian setelah mengenal secara lengkap suatu objek, menginjak ke tahapan kedua yaitu bagaimana mempertahankan si objek agar tetap exist, melaui informasi yang kita peroleh pada tahapan pertama.  Baru setelah ini, kita mulai berifikir bagaimana agar si objek dapat berfmanfaat mensejahterakan manusia, dengan prinsip dasar tanpa mengganggu keberadan dan keberlansungan hidup mereka.

Terkait dengan hal di atas, kemudian apa seh yang dimaksud dengan biodiversitas?. Biodiversitas atau yang biasa disebut dengan keanekaragaman hayati merupakan variasi makhluk hidup yang berbeda-beda dengan karakteristik masing-masing.  Keanekaragaman hayati ada beberapa tingkatan, yang pertama keanekargaman tingkat Gen.  “Bahan baku” keanekaragaman yang sebenarnya adalah terletak pada gen, karena gen merupakan faktor pembawa sifat yang menentukan  sifat mahkluk hidup. Misal pada manusia, sifat rambut lurus, hidung mancung, mata lebar, warna kulit dll. Hal ini di tentukan oleh gen. Penjelasan   gen dan seluk beluknya akan di bahas sendiri 3 sks pada semester V, Bu arifah dosennya. He. (bagi yang belum ambil). Nah, dari sini diketahui sudah tentu, setiap spesies memiliki gen yang berbeda-beda. Kedua,  keanekaragaman tingkat jenis , variasi makhluk hidup tingkat jenis (species), sangat mudah menentukan keanekaragaman tingkat jenis karena dapat kita amati sifat dan perbedaan dengan jelas. Ketiga, keanekaragaman tingkat ekosistem, interaksi antara mahkluk hidup dengan lingkungan fisiknya (air, suhu, tanah,pH,intensitas cahaya dll) membentuk suatu ekosistem. Mengenai bagaimana interaksinya dan seluk-beluknya akan dibahas sendiri pada kuliah ekologi smeseter VI, pak satino kalau g bu aisah dosennya. He(bagi yang belum ambil).  Dengan kondisi lingkungan yang berbeda-beda, lingkungan yang ada airnya, ada yang tidak. Ada lingkungan mendapatkan cahaya matahari ada yang tidak. Nah, sudah tentu, kondisi lingkungan yang berbeda mempunyai keanekaragaman hayati yang berbeda pula.

Dari kedua pemaparan di atas, lalu apa sih yang di maksud dengan Konservasi Biodiversitas. Konservasi biodiversitas, merupakan upaya bagaimana mempertahankan keanekaragaman hayati agar tetap survive. Lalu bagaimana caranya?. Seperti pemaparan di atas, sebelum berfikir memafaatkannya untuk kepentingan kita (manusia), sekali lagi Prof. Emil Salim mengatakan kenali mereka terlebih dahulu, siapa namanya?. Dimana ia tinggal?bagaimana ia melangsungkan hidupnya?. Apa aj keperluan ia untuk hidup?. Nah itulah pentingnya identifikasi. Dari sinilah saya sering mengatakan kepada teman-teman, identifikasi merupakan langkah awal dan paling dasar upaya konservasi.  Setelah kita kenal, secara menyeluruh dari baik dari segi habitat, ukuran populasi, kebutuhan apa saja yang perlukan untuk sebuah species agar tetap bisa survive, kemudian baru befikir bagaimana menjaga mereka dengan menerapkan informasi yang di peroleh di atas.

Terkait dengan idetifikasi, sebagai upaya langkah awal konservasi,  perlu adanya informasi berapa jumlah species yang ada di Indonesia?.

Menurut beberapa ahli terdapat beberapa penyebab tingginya keanekaragaman hayati di Indonesia. pertama, Indonesia terletak di kawasan tropik yang mempunyai iklim stabil. kedua, secara geografi Indonesia adalah negara kepulauan yang terletak di antara dua benua, yaitu Asia dan Australia. artinya, kepulauan Indonesia dilintasi oleh dua pusat distribusi biota (oriental dan Australia). Ketiga, jumlah kawasannya seluas 7,7 juta km2 persegi yang terdiri atas daratan (seluas 1,9 juta km2), lautan (3,1 juta km2) dan perairan laut terbatas (2,7 juta km2) (Haeruman Js 1988).

Ekosistem diartikan sebagai satuan sistem kehidupan yang tersusun atas berbagai komponen hayati (tumbuhan, hewan, dan mikroba) dan komponen fisik non hayati (iklim, tanah, air, cahaya, suhu, ketinggian di atas laut), dan komponen-komponen tersebut saling berinteraksi. Dalam hal keanekaragaman spesies Indonesia mempunyai kedudukan terkemuka di dunia. walaupun luas daratan Indonesia hanya 1,32% seluruh luas daratan yang ada di dunia, Indonesia memiliki 10%  spesies tumbuhan berbunga yang ada di dunia, 12% binatang menyusul 16% reptil dan ampibi, 17% burung, 25% ikan, dan 15% serangga

Refrensi
Indrawan, Richard dan Primack. 2000. BIOLOGI KONSERVASI. Yayasan obor  Indonesia.
Said,S,N dan sholikhah, J. 2007. Biologi Umum. Fakultas sainstek UIN SUKA YOGYAKARTA

*Disampaikan dalam Diskusi Dwi-pekan Biolaska ke-I, 06 Maret 2012

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s