Kalisuci, sungai Bawah tanah

        Bismillahirrmanirahim…..ku awali cerita perjalanan dan pengamtan ini.mungkin bagi sebagian orang cerita hanyalah curhatan orang yang kurang kerjaan namun beda bagi saya cerita ini merupakan pengalaman yang berharga bagi saya. Selain itu, dengan menuangkan cerita apa yang telah dilakukan, apa yang dipikirkan dan apa yang menjadi mimpi saya atau apapunlah, dapat melatih keterampilan seseorang untuk menulis. Y mungkin cerita yang ku tuangkan dalam bentuk tulisan ini, tidak membantu temen-temen yang mau membaca, dalam mendapatkan nilai yang bagus, apalagi membantu untuk mendapatkan pekerjaan.. lebay hehe….Disamping itu, mungkin dalam  cerita  ini banyak tulisan G pakai ejaan bahasa Indonesia  yang benar, ya maklumlah namanya masih pemula. Masih banyak perlu belajar dan beproses.,..hehe…

Penasaran y dengan cerita saya, (PeDe…hehe) dari tadi kebanyakan basa-basi ngalor ngidul G jelas hehe. Yuk kita mulai aja cerita perjalanan saya hari ini. Rencana kami untuk jalan bareng pengamatan bersama temen-temen biolaska akhirnya kesampaian juga. Rencana ini, sudah menjadi mimpi saya bersama avid sejak dua minggu yang lalu namun baru kesampaian kali ini, maklum sibuk ( sok –sok sibuk hehe..). Malam itu saat ngopi bareng (jum’at, 9 april 2011) kontrakan mas ucok rencana ini saya sampaikan. Ternyata temen-temen merespon posotif malahan mereka  ikut berangkat bareng “ajak temen-temen lain juga” cetus temen-temen malam itu. Akhirnya  diputuskan minggu, 10 april 2011 “mbolang” ke Kalisuci.

            Jam 6.30 minggu 10 april 2011, mas untung SMS “ muf wes do kumpul?” saat itu saya masih di burjo. Langsung saya membalasnya “iyo sik urung, ge neng burjo Q?” tak lama kemudian sms yang sama masuk. Perasaan sudah tak bales eeh sms lagi,,malahan kemudian “miscall” terus langsung saya angkat “ iyo sik pak OTW ” coba tak cek pulsanya eee ternyata pulsanya tingal 110 Rp… hehe oo,, pantesan aj mas untung mpe miscall ternyata sms ku tidak terkirim. Hehe.. Saat itu juga saya langsung bayar terus cari pulsa, kemudian kedepan poliklinik . Eeeh ternyata sesampainya disana, mas untung dan mas ucok dah bertengger di atas kuda jepangnya masing-masing. “ hoe…hoe…muf….muft” seru  mas untung.  “Endi kanca-kancane ?” Tanya mas untung  “sik pak OTW- OTW nembe sms” ku bilang.  Jam 7 lebih temen-temen juga belum pada dateng, tiba-tiba hp bergetar, kuangkat segera “ halo Assalamuailakum” ku bilang “oya ne ika mas, jadi G mas” tanya ika. “Iyo jadi, ne temen-temen wis do kumpul ditunggu kie” ku bilang. Beberapa  menit kemudian brother lilis, ika, riesa dan terakhir avid dateng.

Sekitar jam 7.20 an semuanya sudah siap, kami bertujuh berangkat bareng menuju lokasi pengamatan. Sesampainya di perempatan piyungan mas ari fauzi sudah  menunggu dan siap meluncur. Perjalanan yang kurang lebih 1 jam sudah sampai jalan wonosari, karena temen-temen dalam menjalankan kuda jepangnya begitu lihainya, saya kehilangan jejak pas di lampu merah. “Lho do neng endi konco-konco?” bilang dalam hati.  Ku memutuskan untuk tanya orang-orang di sekitar situ. Berhenti di pinggir jalan, tanya ke bapak-bapak  yang sedang asik menebang ranting pohon. “ pak nyuwun sewu bade nderek tangklet” ku bilang, “ nggih nopo” kata bapak. “Teng kalisuci pundi pak?” kubilang,” “ora ngerti”kata bapak. “Menawi semanu pundi pak?” Kubilang.  “Dalan iki terus lurus ojo menggok, menngko teko semanu”  kata bapak. “Ooo nggih pak matur suwun”. Kubilang.   Dengan yakin, bahwa  alamat Semanu jalannya lurus terus, saya menaiki kuda jepangku dengan kcepatan standar. Eeeh tiba2 HPku bergetar, oo ternyata avid telpon, ku langsung tanya“ wes tekan ngendi vid?” “tekan wonosari” jawab avid.  Oyo, enteni kono yo? ku urung ngerti dalane” ku bilang. Sesampainya di kota wonosari temen-temen dah menuggu di pinggir jalan. Perjalanan dilanjutkan, ketika sudah sampai di semanu (merupakan salah satu kecamatan di Gunung Kidul) jalannya mulai masuk-masuk, berkelak-kelok. Ketika sampai di perempatan ada plang ke arah kalisuci. Di plang itu menunjukkan arah belok kiri, lalu kami ikuti arah itu. Jalanan yang berbelok-bebelok ini, membuat saya ragu-ragu, kemudian saya samperin avid. “ ther koyo’E ragu aku karo dalan iki” ku bilang, akhirnya avid tanya sama orang di pinggir jalan. “ pak bade tangklet, Teng kalisuci niku pundi pak?” masnya niki balik malih teg dalan gede wau, terus belok kiri, nah dalan iku terus wae” kata bapaknya. Akhirnya kani balik lagi ke jalan utama tadi” saya bialng sama temen-temen” wah plang E menipu”.  Bahkan  sampai dua kali tertipu dengan plang kea rah kalisuci.

            Sesampai di kalisuci, kami disambut suara burung wiwik lurik ( Cocomantis sonneratii) yang khas. Dengan kondisi lokasi, kami menemui pohon jati (Tectona grandis) sebgai penyusun vegetasi di kawasan I bagian atas. Sedangkan di bagian bawah  di sekitar kalisuci dan sekitarnya penyusun vegetasinya tampak heterogen. Dengan aliran sungai yang cukup deras suasana sperti bukan di gunung kidul, Karena konon katanya daerah gunung kidul dulu terkenal kekurangan air. Pengamatan di mulai jam 9.30an dengan menyusuri jalanan yang turun batu-batuan. Sedangkan jalan sekitar kalisuci  sudah di semen, sehingga  memudahkan kami untuk pengamatan. Rencana awal, kami bagi dua kelompok, kelompok 1 ambil data tumbuhan paku dan tumbuhan lumut, dan kelompok 2 ambil data burung. Tapi apa yang terjadi di lapangan berbeda dengan apa yang direncanakan. Kami jalan bareng, kemudian temen-temen sebagian ambil data paku-paku dan lumut yang  dipimpin mas ari fauzi. Sedangkan sebagian lagi pengamatan burung di pimpin mas Untung. Cuaca saat itu mendung, dengan hujan gerimis rintik-rintik, tidak membuat kami untuk patah semangat untuk belajar dari alam. Eeeh baru dapet skitar 1 jam ujan turun semakin deras, akhirnya memaksa kami untuk berteduh.

 Hasil pengamatan

  1. Walet linchi
  2. Cekakak sungai
  3. Cinenen pisang
  4. Tiong lampu biasa
  5. Wiwik lurik
  6. B.M. sriganti
  7. Merbak cerucuk
  8. B.M pengantin
  9. B.M kelapa
  10. Tekukur biasa
  11. Merbah corok-corok
  12. Bondol jawa
  13. Cekakak jawa
  14. Bondol jawa
  15. Gereja erasia

Sedangkan hasil pengamatan paku-pakunya sebgai berikut:

  1. Adiantum sp1
  2. Adiantum sp2
  3. Davalia sp
  4. Pteris sp
  5. Dryopteris sp

Lumut:

1 .  Fissidens sp

Tumbuhan paku di kawasan ini yang paling dominan di kawasan ini adalah Glerecidia sepium. Tumbuhan paku yang paling dominan adala Pteris sp.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s