Ekspedisi Krakal

        Krakal merupakan salah satu penyusun barisan  pantai yang terdapat di kabupaten gunung kidul. Pantai krakal dengan komposisi batuan karang, sehingga mempunyai ciri khas tersendiri di antara daerah lain, baik hewan maupun tumbuhannya. Berawal dari situlah kami berinisiatif untuk ekspedisi di kawasan pantai krakal. Akhirnya niatan itu tercapai kemarin (7-8/5/11).

       Tepatnya pukul 16.00 (7/5/11) di depan lab terpadu Uin Sunan Kalijaga Yogyakarta temen-temen biolaska+ Panji sudah siap meluncur ke pantai krakal. Panji, beliu adalah seorang pengamat burung yang cukup dikenal di kalangan pengamat  dan peneliti burung di jogyakarta bahkan di Indonesia. Beliau duduk di bangku sekolah menengah atas salah satu SMA negeri  di Yogyakarta. Perjalanan yang kurang lebih memakan waktu 2 jam. Sesamapainya dipantai krakal kami segera menuaikan sholat maghrib. Dengan kondisi sedikit mendung tidak mematahkan semangat kami untuk membangun tenda. Namun apa yang terjadi setelah tenda berdiri? Ternyata hujan turun dengan disertai angin. Dengan kondisi ini memaksa kami sementara waktu untuk tidak menghuni tenda terlebih dahulu. Kami akhirnya berteduh di warung-warung terdekat. Hujan tak kunjung berhenti, memutuskan kami untuk memindahkan tenda ke warung tempat kami berteduh. Untuk mengisi waktu kosong, disaat hujan yang tak kunjung berhenti diisi dengan diskusi persiapan ekspedisi besok pagi (8/5/11). Ekspedisi ini dibagi menjadi dua kelompok besar. Kelompok satu untuk tumbuhan yang di pimpin Ari Fauzi dan kelompok dua untuk burung yang di pimpin Mas Untung. Selain pembagian kelompok, di forum itu juga di isi perkenalan soalnya ada beberapa orang yang belum kenal satu sama lain. Saat itu, di sampaikan juga mengenai perkembangan Biolaska selama kepengurusan saya (mufti). Karena ekspedisi ini kami manganggap cukup istimewa selain yang pertama kali ekspedisi di lakukan di daerah pantai juag kedatangan tamu Agung, yakni mas Zaki FA dan mas Kuncung Arif Widada. Beliau adalah perintis dan pendiri  Biolaska. Tak terasa malampun semakin larut, obrolan dan diskusi berjalan santai tapi serius. Kelihatannya temen-temen cewek sudah pada ngantuk, ahirnya diskusi dan sharing-sharing ini dicukupkan.

          Sekitar pukul 06.00 temen-temen tampaknya sudah siap dengan rencana hari ini. Dengan kondisi cuaca sedikit mendung, tidak mematahkan semangat kami untuk mengeksekusi rencana untuk hari ini sehingga tidak hanya menguap di atas kertas. Sekitar pukul 06.30 berkumpul  untuk menyampaikan teknis pemberangkatan ekpedisi. Kelompok tumbuhan yang beranggotakan Ari Fauzi, Zaki F.A., Astavi, Ardiana, Roub Azka, Ridho, Irhansyah, Tutut, Marvie, Imam Fuad dan termasuk saya (mufti). Sementara kelompok burung yang beranggotakan Mas Untung, Panji, Sutrisno A.P., Kuncung Arif Widada, Ucok (Slamet Riadi), Ulphe (Ulfa Rosida), Ita Rosita, dan Dini.

            Ekpedisi ini dengan menggunakan metode jalajah, dengan track awal sama dari kedua kelompok. Kami berpisah di tengah perjalanan karena memang objek yang di kaji berbeda. Setelah  2-3 jam pengamatan berlangsung, temen-temen dari masing-masing  kelompok membawa hasil pengamatan kemudian didiskusikan.

        Lalu bagamana hasilnya? Menarik sekali dari hasil dari kedua kelompok. Dari kedua kelompok menemukan spesies yang khas di kawasan itu dan memang jarang di temukan di tempat lain. Untuk kelompok tumbuhan menemukan:

  1. Pandan laut
  2. Euphatorium
  3. Hedyotis corymbosa
  4. Tridacna
  5. Stacycarpeta indica
  6. Pylantus niruri
  7. Pylantus urinaria
  8.  Porophilum
  9. Desmodium triflorum
  10. Euphorbia herta
  11. Lantana sp
  12. Ocsalis sp
  13. Cyperus rotundus
  14. Emilia sp
  15. Alang-alang
  16. Spigelia
  17. Rambutan alas
  18. Hisbiscus tiliaceus

 sedangkan untuk kelompok burung, menemukan:

  1. Kuntul karang
  2. Cici padi
  3. Perenjak padi
  4. Walet linchi
  5. Bondol jawa
  6. Walet sarang hitam
  7. Merbah cerucuk
  8. Gereja erasia
  9. Elang laut perut putih
  10. Bentet kelabu
  11. Cekakak sungai
  12. Burung madu sriganti
  13. Cucak kutilang
  14. Tekukur biasa
  15. Wiwik kelabu
  16. Cipoh kacat
  17. Cabe jawa
  18. Cikalang chritmas
  19. Gemak loreng
  20. Kapinis rumah
  21. Dara laut UI
  22. Alap-Alap UI
  23. Pergam/punai UI

          Dari kelompok burung mengatakan, pengamatan kali ini mendapatkan temun luar biasa.  Karena  catatan species burung elang laut perut putih(Heliatus leucogaster) di Yogya belum pernah ada, sehingga pengamatan ini dapat menambah pustaka burung Indonesia khususnya di Jogyakarta.  Selaian itu menurut panji dan mas untung catatan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s